The Economic Behavior of Medical Specialist Doctor

Reportase

Post Graduate Forum on Health System & Policy 2019

Hari Kedua

Sesi Expert Stage

 

                Prof  Barbara McPake  membawakan materi “The Economic Behaviour of Medical Specialist Doctor” pada hari ke-2 pelaksanaan  Post Graduate Forum on Health System & Policy di Ruang Auditorium Bambang Soetarso FK – KMK Universitas Gadjah Mada pada 19 – 20 Juli 2019. Barbara membuka presentasi materi yang dibawakannya dengan opini: banyak orang menganggap bahwa dokter adalah malaikat dan robot yang bisa memperbaiki apa saja tanpa mempertimbangkan sisi manusiawinya. Perilaku ekonomi dari seorang dokter spesialis adalah juga bagian dari perilaku manusia normal. Contohnya prospek karir menjadi spesialis lebih menarik dibanding menjadi staf biasa karena private rates of return yang lebih baik serta domisili spesialis yang cenderung di kota besar, hal ini adalah sebuah perilaku ekonomi  yang sebenarnya juga sebuah human behavior.  Sebuah studi berjudul “Cost effectiveness of rural inscentive package for graduating medical student in Lao PDR” pada 2017 yang ditampilkan oleh Barbara pada presentasinya menunjukkan bahwa dibandingkan dengan pemberian insentif sukarela berupa paket uang kepada dokter spesialis agar mau mengabdi di daerah rural, seharusnya pemerintah perlu lebih menekankan adanya pilihan intensif non modal seperti promosi karier yang maju, subsidi transportasi dan tunjangan perumahan.

Untuk membentuk suatu perilaku ekonomi yang sehat dan efisien seperti yang diinginkan pemerintah, maka diperlukan prinisip untuk membentuk sebuah organized economic behaviour, yakni tentang beberapa pertimbangan esensial yang diperlukan oleh spesialis yang menjadi dasar penempatan. Barbara memberikan beberapa poin yang menjadi permasalahan yakni:

  • Terbatasnya jumlah kursi pelatihan spesialis yang dapat membatasi supply dan high private rate,
  • Adanya blok legislasi untuk mempersilakan ‘task-shifting’ dari elemen yang diperlukan pada praktek; contohnya tindakan radiologis yang spesifik hanya bisa dilakukan oleh ahli radiologi yang sudah terspesifikasi tertentu atau sub spesialis.

Barbara mengutip kembali hasil dari studi ia lakukan dengan judul “How do dual practitioners divide their time? The cases of three African capital cities” pada 2014, dengan kesimpulan bahwa tingkat pendapatan bukanlah prediktor signifikan terkait dengan alokasi waktu dokter bekerja di sektor swasta; karakteristik pribadi dokter tampak lebih penting, seperti usia, jumlah tanggungan, dan ketersediaan teknologi. Beberapa kesimpulan dari paparan Barbara, antara lain:

  • Perilaku ekonomi merupakan suatu hal yang alami, perilaku manusia yang mengakui bahwa profesional kesehatan bukanlah robot atau malaikat.
  • Kebijakan publik perlu mengenali dan mengelola insentif bagi dokter yang akan bekerja di daerah rural.
  • Ada banyak contoh kebijakan efektif agar persebaran dokter spesialis lebih merata, namun juga banyak celah yang harus diatasi agar pemahaman dokter spesialis tidak selalu menyampingkan daerah rural.

barbara-1

Barbara mempresentasikan “Perilaku Ekonomi Spesialis Medis” pada hari ke-2 (20/7/2019) dari Forum Pascasarjana ke-13 tentang Sistem & Kebijakan Kesehatan di ruang Auditorium Bambang Soetarso FK-KMK Universitas Gadjah Mada

Reporter:

dr Andika Satya Putra

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.