• Home
  • Reportase
  • Production and Migration of Medical Specialist: Global Experience

Production and Migration of Medical Specialist: Global Experience

Post Graduate Forum on Health System and Policy yang ke-13 ini bertema: Medical Specialist within the Health System in Asia: A Perspective on Production and Utilization. Sesi pertama setelah opening ceremony adalah Expert Stage dengan tema: Situasi Dokter Spesialis Secara Global dan di Region Asia. Pembicara pertama adalah Prof. Barbara McPake, B.A, PhD dari Nossal Institute for Global Health, University of Melbourne.

Sebagai seorang profesional di bidang ekonomi kesehatan, Barbara memulai presentasinya dengan suatu kerangka untuk mengerti tentang bagaimana ‘pasar’ di bidang kesehatan bekerja, dengan memperhatikan aspek demand atau persepsi kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan, aspek supply atau ketersediaan tenaga kesehatan dan juga kebutuhan dari segi penyakit dan isu kesehatan untuk ditangani. Ketidaksesuaian antara ketiga aspek ini akan mengakibatkan ketimpangan layanan kesehatan di populasi juga kekurangan dari tenaga kesehatan. Barbara menekankan walaupun kita menemukan kesesuaian dari demand, supply and need kita mungkin belum bisa menyampaikan pelayanan sesuai dengan konteks dari kebutuhan populasi, karena masih ada tantangan berupa: out of pocket maupun pelayanan yang tidak disubsidi pemerintah. Berbicara mengenai pendidikan dokter spesialis, Barbara mengajak audiens untuk berpikir mengenai alasan untuk memilih profesi tersebut. Balasan apa yang ingin diterima dengan menginvestasikan pada pendidikan spesialis, serta mempertimbangkan nilai yang akan diterima oleh masyarakat dan kualitas pelayanan yang diterima.

Selanjutnya, Barbara menyatakan data morbiditas dan mortalitas di Indonesia secara umum. Tren menunjukkan bahwa beban Penyakit Tidak Menular (PTM) semakin lama, semakin meningkat dan menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Sementara itu penyakit menular pun masih menjadi isu, sedangkan penyebab kematian dan mobiditas karena kecelakaan mulai menurun. Jelas bahwa, untuk tahun – tahun mendatang pekerjaan rumah besar bagi negara ini adalah mengatasi PTM. Menurut data, jumlah masyarakat yang memiliki lebih dari satu PTM pun meningkat. Hal ini tentu saja membutuhkan kolaborasi dari spesialistik yang berbeda untuk menangani hal tersebut.

Hal menarik lain yang melatarbelakangi tentang kebutuhan dokter spesialis yang selalu menjadi isu yaitu pelayanan preventif dan promotif sering kali diabaikan. Banyak yang percaya bahwa pelayanan rumah sakit adalah yang ‘terbaik’, sedangkan pelayanan di FKTP itu untuk orang miskin. Hal ini juga nantinya akan berhubungan dengan keuntungan yang besar yang akan didapat dengan menjadi seorang spesialis sehingga semua orang ingin menjadi spesialis. Hal ini cukup berbeda dengan sistem di Australia, dimana Primary Health Care atau FKTP disana sudah cukup kuat, sehingga orang – orang akan mencari FKTP terlebih dahulu atau dokter keluarga untuk mendapatkan layanan kesehatan. Berbicara mengenai dokter keluarga, belum ada training khusus untuk mempelajari tentang kedokteran keluarga di Indonesia. Sedangkan di negara lain seperti Brazil, Cina dan India, sistem ini sudah ada. Khususnya Brazil sudah berhasil dan secara antusias memperkuat sistem ini.

Di akhir presentasinya, Barbara menekankan bahwa peran dokter spesialis itu sangat spesifik dan ‘spesial’, sehingga seharusnya sedikit pula pasien yang membutuhkan konsultasi. Hal yang harus diperkuat adalah pelatihan untuk dokter di FKTP dan juga pelatihan terhadap tenaga kesehatan lain seperti perawat, bidan dan pekerja lainnya untuk bisa menyediakan pelayanan yang menyeluruh.

 

Reporter: Sandra Frans (PKMK FK – KMK UGM)

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.