Mother and Child Health, Human Resources

Sesi berikut adalah Student Stage dimana peserta yang abstrak penelitiannya lolos untuk presentasi secara langsung mendapat kesempatan untuk membagikan hasil penelitiannya dengan mendapatkan review dari para ahli yang berasal dari tiga negara.

Sesi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk kesehatan ini dimoderatori oleh: Dr. Riris A. Ahmad dan tiga orang penilai yaitu Prof Supasit Pannarunothai dari Center for Equity Monitoring Foundation, Dr. Annisa dari Malaysia dan Dr. Istiti Kandarina dari FKKMK UGM. Presenter pada panel ini berasal dari berbagai universitas baik itu di dalam maupun dari luar negeri. Metode yang digunakan pun bervariasi mulai dari penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian kuantitatif dengan cross-sectional survey sampai menggunakan metode structural equation modelling maupun studi systematic review.

Topik yang diangkat pun beragam. Berikut adalah sekilas mengenai beberapa presentasi penelitian KIA dan SDM untuk kesehatan. Presenter pertama dari Universitas Malikussaleh, Aceh mempresentasikan mengenai: Kebutuhan untuk Manajemen Kompetensi Dokter di Daerah yang Sulit. Studi dengan pendekatan kualitatif ini dilakukan di Kabupaten Aceh Singkil. Ditemukan bahwa dokter yang bekerja di sana haruslah memiliki kompetensi untuk bertahan di daerah yang sulit dengan banyak sekali tantangan. Presenter berikut berasal dari Prince of Songkla University mengambil penelitian mengenai faktor determinan psikososial dari pengambilan keputusan mengenai fertilitas in Inner Mongolia, Cina. Latar belakangnya adalah walaupun di daerah tersebut sudah ada kebijakan boleh memiliki 2 anak, namun tetap saja tingkat fertilitas dari negara tersebut sangat rendah, yaitu 1.07. Ditemukan bahwa beberapa tingkah laku yang mengontrol untuk memiliki anak adalah keuangan, kesiapan, siapa yang akan menjaga, dan dukungan cukup mempengaruhi keputusan memiliki anak, dan juga tema -tema lain seperti norma dan sikap. Dr. Mubasysyr dari FKKMK UGM memberikan suatu presentasi mengenai reformasi yang diperlukan dalam implementasi program pencegahan stunting di 100 kabupaten di Indonesia. Menurut Mubasysyr , perlu pendekatan lain daripada pendekatan tradisional dalam mencegah stunting yaitu dengan memperkuat komitmen dari bupati atau walikota serta dengan mempekerjakan seorang manajer khusus yang akan berhubungan dengan dinas kesehatan, puskesmas dan kader untuk terjun ke populasi rentan.

Berikutnya, presenter yang berasal dari Universitas Brawijaya Malang menyajikan hasil penelitiannya mengenai komunikasi terapeutik dari perawat yang mempengaruhi kualitas dan keamanan pelayanan. Penelitian dengan quasy experimental design ini menemukan bahwa perawat yang dilatih dan ada role play terlebih dahulu memiliki nilai post test yang lebih baik dalam memberikan suatu tindakan maupun pengetahuan dan sikap namun tidak bermakna signifikan pada motivasi pelayanan. Peneliti dari Ritsumeikan University, Kyoto menyoroti mengenai populasi Jepang yang menua dengan kekurangan tenaga kerja di bidang kesehatan. Namun, tantangannya adalah kebijakan mengenai migrasi dari tenaga kesehatan seperti perawat dan pengasuh belumlah cukup untuk menangani masalah kekurangan tenaga kerja tersebut. Walaupun sudah ada solusi jangka pendek untuk hal ini namun tentu saja solusi jangka panjang juga diperlukan.

Demikian adalah sekilas mengenai sesi KIA dan SDM di bidang kesehatan.

 

Reporter: Sandra Frans (PKMK FK – KMK UGM)

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.