Health Promotion Hospitals

Reportase Hari Kedua

Post Graduate Forum on Health System & Policy

Student Stage:

Thailand

 

Wit Wichaidit, PhDmembawakan materi “The Health Promoting Hospital (Thailand): Representative of Thai Student” pada hari ke – 2 pelaksanaan  Post Graduate Forum on Health System & Policy di Ruang Auditorium Bambang Soetarso FK-KMK Universitas Gadjah Mada 19 – 20 Juli 2019. Pada awal presentasi, Mr. Wit menyampaikan tentang statistik penduduk Thailand, dimana ternyata 53% penduduk Thailand termasuk berada di daerah rural. Hal inilah yang menjadi dasar bahwa diperlukan fasilitas kesehatan yang lebih menjangkau masyarakat Thailand, akhirnya pada 2012, Pemerintah Thailand membentuk Health Promoting Hospital yang saat ini tersedia 1 fasilitas di setiap sub-distrik.

Health Promoting Hospital secara organisasi dan staf terdiri atas public health officer, perawat, perawat gigi, staf pengobatan tradisional Thailand, serta tenaga pembantu adminitstratif.  Rumah sakit ini memiliki blue print tertentu yang menjelaskan infrastruktur apa saja yang dibutuhkan sehingga semua daerah memiliki layanan fasilitas yang sama pada tingkat rumah sakit ini. Untuk jenis kegiatan, sehari – hari terdapat pengaturan jam kegiatan dari rumah sakit ini, yakni di pagi, siang – sore dan sore – malam hari. Pada pagi hari kegiatan di rumah sakit ini terfokus pada kegiatan kuratif, kemudian pada waktu siang – sore hari rumah sakit ini melakukan pelayanan home visit, serta pada sore –m alam hari rumah sakit ini tetap memberikan pelayanan kesehatan umum. Kegiatan yang dilakukan oleh rumah sakit ini selain pelayanan medis pada umumnya, juga dilakukan kegiatan pembinaan kader kesehatan komunitas, kegiatan health promotion yang juga pelaksanaannya sering berkolaborasi dengan rumah sakit distrik pusat atau dinas kesehatan setempat

Permasalahan yang sering ditemui pada operasional Helath Promoting Hospital sehari – hari diantaranya adalah waktu kerja yang digunakan oleh staf lebih banyak pada pelayanan medis (tindakan pengobatan/ kuratif), sebagian besar tugas  staf tidak berhubungan dengan tugas utama, dan banyak staf yang menilai bahwa upah yang mereka terima tidak sebanding dengan kerja yang dilakukan, banyak beban kerja berlebih yang harus diselesaikan, serta kesempatan peningkatan karir yang masih belum terlalu jelas. Sebelum 2013, staf kesehatan masyarakat masih belum memiliki dasar hukum yang kuat mengenai wewenang tindakan yang dapat dilakukan, hingga akhirnya dibentuklah peraturan Community Public Health Proffesion Act dimana peran dari petugas kesehatan masyarakat antara lain adalah konultasi, pencegahan penyakit, pemeriksaan dan pengobatan dasar, serta penilaian dan perujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut.

wit

Wit mempresentasikan “Rumah Sakit Promosi Kesehatan (Thailand): Perwakilan Mahasiswa Thailand” pada hari ke-2 (22/7/2019) di Forum Pascasarjana ke-13 pada Sistem & Kebijakan Kesehatan di Auditorium kamar Bambang Soetarso. FK-KMK Universitas Gadjah Mada.

Reporter:

dr Andika Satya Putra

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.