Policy Makers & Private Hospital

Reportase Hari Kedua

13th Post Graduate Forum on Health System & Policy

 

Panel Diskusi dari Indonesia (Pembuat kebijakan dan Rumah sakit Swasta)

Dalam sesi diskusi pada hari kedua (20/7/2019) Post Graduate Forum ke – 13 ini dilengkapi dengan beberapa panelis dengan beragam latar belakang, yaitu Dr. dr Yout Savithri, MARS yang menjabat sebagai direktur pelayanan kesehatan rujukanyang menyinggung masalah tingginya kebutuhan dokter spesialis, namun dengan kondisi geografis di Indonesia sehingga sulit untuk mengkombinasikan antara Indonesia timur dan barat, dimana akomodasi yang sering menjadi masalah utama. Ditanggapi oleh Prof Supasit yang menyebutkan bahwa memang tantangan untuk Indonesia yang sangat luas, berbeda dengan Thailand yang tidak terlalu besar, sehingga yang harus diperhatikan yaitu pengeluaran medis dan persentase GDP di Indonesia.

Panelis selanjutnya yaitu dr.Benny H. Tumbelaka, SpOT., SpKP.,MHKes., MARS yang merupakan perwakilan dari Rumah Sakit Mayapada Jakarta, memberikan pertanyaan mengenai kebijakan yang ada di Indonesia, yaitu membutuhkan regulasi mengenai Cost Of Benefit (COB) untuk rumah sakit swasta, jika memungkinkan dapatkan membuat regulasi yang lebih mendetail. Ditanggapi oleh Prof. Laksono Trisnantoro yang merupakan Ketua Departemen Kebijakan dan Manajemen Pelayanan di FK – KMK UGM, mengenai COB, dapat lebih difokuskan pada indemnity sehingga memang memungkinkan untuk memberi potongan kepada rumah sakit.

Perwakilan dokter residen yaitu oleh dr. Rony Trilaksono dari RSUP Dr. Sardjito, mempertanyakan masalah ketersediaan fasilitas di rumah sakit daerah terpencil, yaitu beberapa masalah yang kerap dihadapi oleh dokter yang ditugaskan di daerah terpencil namun jika ingin melakukan tindakan, seperti operasi yang cukup serius, namun tidak dapat dilakukan karena kurangnya fasilitas medis pendukung.

Diskusi dilanjutkan dengan tanggapan dari Prof. Barbara McPake dari Universitas Melbourne yang menyatakan bahwa pada daerah terpencil harus disesuaikan dengan lokasinya, maka diperlukan pendanaan yang sesuai. Lebih menerapkan prilaku hidup sehat juga merupakan suatu hal yang dapat dijadikan kekuatan pada daerah terpencil.

Selanjutnya Prof. Laksono Trisnantoro memberikan pernyataan bahwa sudah diberlakukan sistem rolling untuk dokter spesialis muda agar ditempatkan di daerah terpencil secara bergantian, karena beberapa alasan yang menyebabkan kurangnya minat untuk dapat menetap di daerah terpencil lebih lama.

Reporter:

Try Purnamasari (HPM FK – KMK UGM)

 

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.