• Home
  • Reportase
  • Medical Specialist in Indonesian’s Health System Perspective

Medical Specialist in Indonesian’s Health System Perspective

Reportase

Post Graduate Forum Ke – 13

Medical Specialist In Indonesian’s Health Syestem Perspective

The Inequity of Cardiologist Service

Oleh: Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., PhD

day-2-laksono

Sesi ini merupakan kegiatan pertama pada perhelatan hari kedua Post Graduate Forum ke 13 di Yogyakarta, Indonesia. Prof. dr. Laksono adalah Direktur Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, beliau juga merupakan penanggung jawab dari acara Post Graduate Forum ke 13 tahun ini. Pada sesi ini, Prof. dr. Laksono membahas topik “Mediacal Specialist in Indonesia’s Health System Perspective” yang mengangkat isu tentang ketidakseimbangan persebaran pelayanan dokter spesialis jantung di Indonesia, dan masalah terkait dengan biaya klaim kepada pihak asuransi (BPJS). Menurut Prof Laksono, penyakit jantung merupakan salah satu masalah kesehatan yang membutuhkan biaya yang besar.

Prof. dr. Laksono memaparkan bahwa terdapat peningkatan risiko kesehatan seperti makanan, polusi, merokok, dan dan laim-lain, yang dapat menimbulkan peningkatan beban penyakit jantung yang dapat terjadi, sehingga membutuhkan pencegahan dan juga dokter ahli. Prof. dr. Laksono mengatakan bahwa kalimat “Prevention is the best intervention” merupakan suatu dilema, karena tidak semua penyakit dapat dicegah, sehingga kuratif juga harus tersedia.

Masalah kesehatan ini penting dibahas karena juga terkait dengan indikator ekonomi suatu negara, diantaranya penurunan anggaran kesehatan oleh negara, perkembangan ekonomi yang lebih rendah dibanding negara lain, dan juga kurangnya pemahaman negara bahwa rumah sakit sebenarnya adalah suatu industri dimana harus terdapat regulasi yang jelas. Beberapa masalah yang dapat diamati saat ini, diantaranya adanya defisit dan ketidakseimbangan persebaran tenaga kesehatan, fragmentasi dari sistem BPJS yang tersentralisasi, dan penilaian kualitas rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS.

Di akhir sesi ini, Prof. dr. Laksono menyimpulkan beberapa saran regulasi yang dapat dilakukan untuk menurunkan ketidakseimbangan pelayanan dokter ahli di Indonesia, yaitu: regulasi kesehatan agar para dokter dapat ditempatkan atau “task shifting” /pergantian penugasan dokter ahli di di area terpencil, regulasi pendidikan kedokteran seperti meningkatkan jumlah residensi dokter spesialis, regulasi keuangan dengan meningkatkan kompensasi insentif untuk dokter spesialis di area terpencil atau dengan meningkatkan anggaran kesehatan, dan juga regulasi lain seperti mengundang dokter spesialis jantung dari negara lain.

 

Reportase: Devy Melati (HPM FK – KMK UGM)

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.