• Home
  • Reportase
  • Mandatory Service Program of Medical Specialist Doctors in Indonesia

Mandatory Service Program of Medical Specialist Doctors in Indonesia

Reportase

Post Graduate Forum Ke – 13

STUDENT STAGE

“Mandatory Services Program of Medical Specialist Doctors in Indonesia:

Key Factors Leading o Retention”

Oleh:

dr. Gheanita Ariasthapuri 

gea

Sesi presentasi oral ini merupakan sesi terakhir dari forum Special Student Stage yang dipaparkan oleh dr. Gheanita Ariasthapuri, mahasiswa S2 Magister Manajemen Rumah Sakit Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM. dr. Gheanita mengangkat topik tentang “Mandatory Services Program of Medical Specialist Doctors in Indonesia: Key Factors Leading o Retention”. dr. Gheanita memaparkan bahwa pada saat ini terdapat peningkatan ketersediaan tenaga dokter dilihat dari peningkatan pertumbuhan sekolah kedokteran. Sayangnya, peningkatan ini belum berpengaruh pada peningkatan penyebaran dokter spesialis ke daerah terpencil. Untuk meningkatkan penyebaran tersebut, pemerintah membuat beberapa regulasi penyamarataan karena sulitnya merekrut dokter spesialis agar bersedia ditempatkan di area terpencil. Tantangan lain adalah bagaimana cara agar dokter spesialis betah/retention untuk ditempatkan di area tersebut.

Menurut dr. Gheanita, terdapat WHO recommendation untuk meningkatkan faktor retensi dokter yang ditempatkan di daerah terpencil, yaitu rekomendasi pendidikan dimana dokter mendapat tugas belajar daerah untuk melanjutkan spesialis sehingga nantinya akan kembali ke daerah tersebut dan juga program WKDS yaitu wajib kerja 1 tahun di daerah terpencil setelah lulus dari program residensi dokter spesialis. Rekomendasi lain diantaranya regulasi yang jelas, regulasi masalah peningkatan finansial untuk dokter spesialis yang bersedia ditempatkan di daerah terpencil, serta dukungan personal dan profesion al terhadap dokter spesialis tersebut.

Di akhir sesi, dr. Gheanita menyebutkan faktor – faktor yang dapat meningkatkan retensi seorang dokter spesialis agar bersedia melanjutkan kerja di daerah terpencil, diantaranya: faktor hubungan antar pekerja di rumah sakit, geografis, keluarga, dukungan finansial, manajemen, dan pengembangan profesional. Selain itu, hal yang paling digarisbawahi dari presentasi ini adalah mutual beneficial relationship, yang didapatkan dokter spesialis ketika bersedia ditempakan di daerah terpencil.

 

Reportase: Devy Melati (HPM FK – KMK UGM)

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.